Kepada Yth., Perempuanku

September 2nd, 2007 by adalelakibelajarbahagia

Lewat Kata dan Air Mata

Ketika aku memelukmu, miliki lah hatiku. Ketika kucium kamu, taruh lah di sisi terindah hatimu; jangan di atas bara prasangka itu. Ketika kumenangis, aku ingin kau tahu betapa telanjang dan kemaraunya aku. Kutulis puisiku ketika getar adamku dianggap begitu jadah, begitu tabu; maka hanya lewat kata & air mata, kucumbu kamu, kekasih.

Depok, tengah malam yang basah, 1 September 2007

Malam Ini Lagu Luka

March 18th, 2007 by adalelakibelajarbahagia

Lelaki yang Tersenyum dan Lelaki yang Luka

Aku lelaki yang
sekarat, lelah mencintaimu;

mencintai sunyi,
mencintai nyeri

Angin menggigit, malam
mencabik, mimpi-mimpi mengoyak; dan senyummu menikam begitu nyaman

Lukaku luka yang nikmat

Nikmatku nikmat yang luka

Menyanyiku luka

Menariku luka

Aku adalah lelaki yang
tersenyum dan yang penuh luka

Depok, 18 Maret 2007

Senyum dunk, Hon!

March 18th, 2007 by adalelakibelajarbahagia

MENCARI SEBUAH CIUMAN

 

Saya mencari sebuah ciuman di ketiak jalan, di antara gegas langkah
& angkuh wajah

Saya mencari sebuah ciuman, di bokong senja, di antara kepak senyum
& remang cumbu

Saya mencari sebuah ciuman di dada malam, di antara badai lenguh &
getar selangkangan

 

Saya masih saja mencari sebuah ciuman, di secangkir teh hijau, di
antara tengik nafas & damai kuap

 

Tentu saja bibir saya pernah berpapasan dengan bibir-bibir lain,
bercengkrama, coba berdansa–tetapi sungguh, belum juga saya temukan sebuah ciuman.
Damn!

Depok, 10 Maret 2007

Malam, Hujan, Jomblo, Mari Berpuisi

March 15th, 2007 by adalelakibelajarbahagia

Hujan, Cintaku

 

Seperti hujan malam ini aku mencintaimu. Gemericik.
Basah. Sendu. Deru. Kugambar nafasmu dalam genangan waktu.

 

Depok, 7
Maret 2007

Deep Longing Part 2

November 7th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

Aku Rindu Tarian Bibirmu

Ayo, aku sudah tidak sabar untuk segera berebut oksigen lagi denganmu, Cinta; aku rindu tarian bibirmu, yang tiap malam
kita pentaskan di dermaga waktu, sebagai opening ritual ngedate. Izinkan kusentuh sepasang khuldi milikmu;
dan biarkan ku menyusu kasih-sayangmu, sampai hanyut, waktu

Ayo, segera
saja satukan sel-sel cinta kita, sebelum pagi sialan itu diam-diam kembali
menculikmu dari dekapku. Lalu yang tinggal hanya aku; seorang lelaki sepi
melayari air matanya, sendiri

Pssstt…,
jangan lupa, besok kita ketemuan lagi ya, di dermaga danau itu, di jam dan
gelombang mimpi yang sama. C U.

 

Depok,
7 November 2006

Deep Longing…!

August 11th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

My Heart Is Dying!

Aku adalah pembaca senja,

di mana ada senyummu menunggu

Aku adalah pembaca malam,

di mana tak juga kumengerti mimpi-mimpimu

Aku adalah pembaca laut,

di mana tak pernah usai kuselami kebiruanmu

Aku adalah pembaca angin,

di mana hembus nafasmu lumpuhkan aku

Aku adalah pembaca embun,

di mana tak juga kumengerti, mengapa mataharimu tak juga menguapkanku

Izinkan aku membaca ayat-ayat Allah di tubuhmu

Izinkan aku, menulismu

My heart is dying…,

U know?

Depok, 7 Agustus 2006

rinduku begitu dekat, begitu jauh,

June 30th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

Sajak Jomblo

Malam ini aku begitu biru
Ada senyummu

Malam ini aku begitu kering
Haus pelukmu

Rinduku begitu dekat,
begitu jauh.

       

Di sebuah rumah
kontrakan, dalam kesendirian, 29 Juni 2006

 

Lelaki di Bulan Mei: Sebuah kado ulang tahun dari, oleh, dan untukku sendiri

May 15th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

Ode Anak Lelaki 2

Sekar Lanang, aku ingin kau lahir;

sebelum embun pagi pertengahan Mei ini hilang bentuk

Bisikan kembali, lagu bapak untukku
sebelum dia pergi

Ingatkan aku, peta menuju rumah ibu

Kabarkan padaku, datangnya kafilah cinta;

sebab katanya ia membawa sekuntum bunga yang mampu meneduhkan Sahara

Biarkan tumbuh bunga itu pada kemarau jiwa, agar menderas lagi

telaga kasih yang mengering di celah mataku

Sekar, hangatkan beku imaji, agar dapat kukenali, lagi,
beningnya kata-kata di antara serbuan
slogan para demonstran dan serunya iklan kondom!

Kau tahu, aku lah anak lelaki itu, yang di padang hatinya
seorang bocah gembala tengah meniup seruling kegelisahan di atas kerbaunya yang
bingung mencari rumputan

Kau tahu, kau adalah lelaki sederhana yang lahir dari
pertemuan sakral

antara kegelisahan dan kesunyian

Kau tahu, kau adalah Sekar; tapi kau Lanang!

Kau tahu, kau adalah monolog anak lelaki yang meragukan
apakah dirinya

pantas memiliki buah zakar?

Maka nyanyikan untukku mars kelelakian;

agar aku mengerti bedanya dengan siulan banci kesiangan


Depok, 15 Mei 2006

Kado Februari

February 12th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

Sajak Valentine

–Buat Mira

Berabad sudah, kita tidak lagi bertemu

Setelah kecup gugup di pagi yang lembut itu

Namun senyummu yang merah jambu

Masih membuat senja di cangkir tehku berwarna biru.


Asrama Mahasiswa UI
Depok, 12 Februari 2006

Saat Kubuka Jendela di Halaman Januari yg Basah

January 24th, 2006 by adalelakibelajarbahagia

Kucari Cinta di Halaman Januari

 

Saat kubuka jendela di halaman Januari yang basah

Masih aku tak mampu

Menangkap bunyi-bunyi cinta di antara riuhnya hujan tadi
malam

 

Dan mengapa tak juga kutemukan warna merah jambu

Di antara bunga-bunga yang merekah sehabis subuh.

 

Asrama Mahasiswa UI
Depok, 21 Januari 2006