Ode Anak Lelaki 2
Sekar Lanang, aku ingin kau lahir;
sebelum embun pagi pertengahan Mei ini hilang bentuk
Bisikan kembali, lagu bapak untukku
sebelum dia pergi
Ingatkan aku, peta menuju rumah ibu
Kabarkan padaku, datangnya kafilah cinta;
sebab katanya ia membawa sekuntum bunga yang mampu meneduhkan Sahara
Biarkan tumbuh bunga itu pada kemarau jiwa, agar menderas lagi
telaga kasih yang mengering di celah mataku
Sekar, hangatkan beku imaji, agar dapat kukenali, lagi,
beningnya kata-kata di antara serbuan
slogan para demonstran dan serunya iklan kondom!
Kau tahu, aku lah anak lelaki itu, yang di padang hatinya
seorang bocah gembala tengah meniup seruling kegelisahan di atas kerbaunya yang
bingung mencari rumputan
Kau tahu, kau adalah lelaki sederhana yang lahir dari
pertemuan sakral
antara kegelisahan dan kesunyian
Kau tahu, kau adalah Sekar; tapi kau Lanang!
Kau tahu, kau adalah monolog anak lelaki yang meragukan
apakah dirinya
pantas memiliki buah zakar?
Maka nyanyikan untukku mars kelelakian;
agar aku mengerti bedanya dengan siulan banci kesiangan
Depok, 15 Mei 2006